Selasa, 13 Oktober 2009

LEPAS


Melayang
Sangat dkat dg rembulan.
Didindingnya tertulis kau dan aku. Kita tanam kembang disana. Kita tumbuhkan dg cinta.Lihat bintang dg senyumnya. Sungguh melayang. Mimpi yg terjaga.. Dlm kegelapan. Ternyata lepas dan terhempas

Senin, 17 Agustus 2009

LAGU PETANG


Kakiku terasa sejuk menyentuh bumi. Tak beralas. Telanjang. Kering, berbatu, basah atau berlumpur. Aku berjingkrak. Sesekali tapak kakiku mengetuk bumi seakan ada irama yg kuikuti. Tanahku cintaku

Kamis, 06 Agustus 2009

AKU


Diam, pandangi, resapi lalu apa yg kau rasakan

HITAM PUTIH

Impian, cinta, harapan, jejak, langkah, tangis, tertawa, bahagia, segalanya. Aku ingin menggapai apa yg tercita-cita. Akupun menjalani proses kehidupan sampai tanda titik dan aku tak bisa apa-apa.

Kamis, 21 Mei 2009

MAWAR HATIKU


Tak kupetik dari kayangan, Tak kupetik dari taman. Tapi kupetik dari hatiku yg terdalam. Lama kusemai benih dari tatapanmu. Kutunggu dengan impian kan tumbuh berbunga indah. Kupupuk kusiram tiada lelah. Kuiringi dengan petikan nada cinta mengalun perlahan dari jiwa. Kini mawar kian indah. Mekar selaksa purnama. Harum bagai parfum bidadari surga. Coba lihat senyumku. Coba rasakan getar dadaku..coba baca yg tertulis di jantung pun bening mataku...sayang, disitu ada dirimu.
Saatku berdebar persembahkan bunga hati slama ini telah tumbuh dari suci cinta. Bentangkan tanganmu, bukakan hatimu, sambutku dg senyummu. ''Aku sangat cinta kepadamu''
Terimalah aku diriku dirimu sgalanya.
* idil, mei 09*

TELAH KAU TAHU
Aku dan awal yg biasa. Tiba-tiba bagai angin menelusupi tiap cela raga dan jiwaku. Matamu mengetuk mata hatiku. Rasalah yg memaksa memecah karang, menentang gelombang, mendaki tinggi, terbang lintas malam temui bulan. Telah kubilang''aku suka kamu'' coba katakan pula kepadaku. Tak inginku malam hampa tanpa gemintang, tak inginku langit menjelma kelabu, tak inginku mimpi tanpa dirimu. Lengkapkan mlm dg kerlip-kerlip yg tiada jemu.. Lengkapkan aku dg hadirmu.. Lengkapkan kata dari lidahku..lengkapkan kita dengan cinta.

Minggu, 17 Mei 2009

SUJUD JIWA RAGAKU


Hadirlah di detak jantung, hembusan nafas, di aliran darahku, langkah perjalanan,suka dukaku.
Hadirlah di lidahku saatku berkata, hadirlah saatku sendiri sepi, saat tak terkendali. Hadirlah saat kuberharap ketegaran doa-doa lirih pun senyumku. Hadirlah di cintaku kala kumerajut kisah, kala memahami cinta. Diantara rayuan, diantara tatapan, ditiap gelora. Saat kuhadirkan bunga, saatku menjaga wanginya. Hadirlah dijiwaku...hadirlah! Aku hy sujud pd yg menciptakanku. ALLAH

Kamis, 14 Mei 2009

JAUH


Begitu rindang.
Tapi begitu tampak tak berarti. Mungkin hy jejak-jejak lama dg berjuta kisah. Tertinggalkn. Kursi sendiri ataukah sebentar lagi akan tertutup dedaunan kan gugur. Disitu mgk ada kisah asmara meraja. Tapi coba saksikan kini begitu terdiam. Akh...aku akan lalui setapak perlahan ataukah berlari. Di ujung sana masih tersembul matahari pagi meski kan hadir tuk satu hari. Dan satu hari itu aku kan mencoba meraihmu satu untuk selamanya. Agar tercatat kisah cinta dijalan sunyi itu. Cerita kau dan aku.

MEI BERBUNGA
Bagai taman. Dulu tandus. Bungapun tak mampu berkembang. Begitu kering. Air kehidupan tiada mengalir.
Ketika kau ada, ketika berjumpa, ketika hanya terasa biasa, ketika hy hadirkan senyum saja dan ketika hadir rasa suka... Aku tak kuasa untuk tak jatuh cinta.
Aku menyadari, taman yg dulu kering perlahan menumbuhkan tunas cinta baru. Kau titikkan air menumbuhkan bunga-bunga wangi hingga berjuta tumbuh ditaman hati.
Tak terbayangkan begitu besar harapanku, tak terbayangkan betapa aku merindumu..karena setiap waktu aku ingat dirimu...cinta.
INGINKU CINTAMU Bila terasa kusuka. Bila cukup kumemahaminya. Bila tak sanggup kulupa.
Bila dalam mimpipun inginkan bersamanya.
Jelas aku inginkan hatinya.
Jelas inginkan cintanya.
Katakanlah aku cinta kamu. Itulah inginku

PENGAKUANKU


Saat itu...kau berada disampingku. Kau sandarkan wajahmu didadaku. Rambut indahmu slaksa sutra terbelai tanganku.
Kau critakan cinta dan harapanmu. Pelukmu pelukku kian erat. Tak ada yg membaluti kecuali perasaan sayang teramat dalam. Teduh wajahmu dihadapku matamu indah bagai cermin bahtera jalan kita. Duhai...
Tiada dpt dilukiskan ini. Pancaran aura dewi cinta bertabur dijiwa kita.
Pada bunga yg merekah kuselipkn stangkai pertanda cinta.
Tapi...saat tersadar itu lintasan mimpi di sepi tepi malam. Lama terdiam seakan terjaga. Dan aku memang jatuh cinta..

Selasa, 12 Mei 2009

KENAPA SEPI


Airpun tak beriak.
Dahanpun tak bergeming. Lihatlah kabutpun kian gelap. Kau sunyi ditepianya. Tanganmu saja berayun dipermukaan. Tampak kelabu rautmu. Hanya pikirmu ramai mengenangnya. Tentang kasih cinta, tentang taman berbunga,tentang hangat peluknya. Kau tunggu mentari menyapa,kau tunggu crita lebih indah. Untaian doamu dia datang dg segunung cinta.

TULIS SAJA
Biar kuingat. Biar tiada terlupa. Biar ia terus ada. Kutuliskan namamu disini.

CIPTA CINTA
Senyummu panjang menyusup raga sampai kejiwa.
Dapat kurasakanmu jalari aliran darahku, Dapat kurasa sentuhmu dikangenku, dpt kukreasi cintaku ditinta dan kuasku. Dapat kurasa dirimu dihatiku, dapatkah aku hidup tanpamu... Karena aku terlalu cinta kepadamu.

TAK LEKANG RINDUKU


Pahami bahasa angan dipucuk dahan gemulai ditiup angin. Bahasa malam lembut syahdu critakan kisah. Bahasa hati dikala sepi.Ada banyak namamu tertera dibulir mata dan hatiku..
Hanya satu yg kumengerti bahwa aku merindumu.

PERSEMBAHAN CINTA


Mencoba merangkai kata hati Elokkah mimpi terajut terukir dimalam sunyi.
Lelap dalam bayang merindu sang bidadari.
Lama inginkan dirimu tepatri dihati.
Aku antarkan bunga rasa hati ttg pertemuan ini.

KURASA KU CINTA
Ketika detak jantungku terbawa sampai malam hadirkan mimpi. Bersama trang bintang disisi rembulan. Nada hatiku nyanyikan lagu tentangmu pun tentang perasaanku.
Ketika hatiku menuntun langkahku menujumu. Namamu...ada terus diwaktuku. Bilakah dpt kukata berulang kali, tapi kuingini hy tuk satu kali bahwa ''aku mencintamu'' andaikan dpt kudengar kejujuran hati rasamu tentangku...aku hy ingin mendengar kata cintamu terkata untukku.

BIRU CINTA


Mawar tak inginkan merah. Putihpun tiada inginkan suci. Berdiri belakangi senja. Awan menari tarian sedih akan brlalu tiggalkan terang. Mentaripun akan berlalu tuk waktu semalam. Aku masih berdiri hingga biru langit berganti.Biru esok kumenanti bersama harapan cinta kan kutemui.
SUNGGUH BERDEBAR
Ketika matamu melirik. Ketikaku keki menatapmu. Ada debar djantungku. Kian waktu terbayangkan lagi. Kuasakah daku tanpa jumpamu. Kuheningkan rasaku biarku tiada tenggelam. Kudiam sejenak sampai kumengerti debaranku itu. Cintakah...entahlah

Selasa, 31 Maret 2009

Rindu Dalam


Jauh kurasa. Masih terngiang dihati. Makin malam makin gelisah. Rasa tak tergambar setelah sekian lama.merindu mendamba. Tanahku indah. Aku menanti saat, kau menunggu.