Minggu, 29 Juli 2012

PADAMU

Rasa tak tahanku Dahi ini menyentuh bumi Ketika sujudku Menguras perasaan Berdosa ataukah bersalah Menarik air mata menitik basahkan sajadah Bergetar lidah mengurai doa Luruh sungguh jiwa Ingat langkah masa lalu Mungkin keliru Mungkin hitam Mungkin khilaf Mungkin lupa Mungkin pura-pura Acuh tak acuh akan hukumMU Kini remuk Di hadapMU Aku kecil tak berarti DALAM DIAM KU BERDOA Berputar-putar Tanpa ujung tanpa terlihat Berkutat bergelut berkubang Problema kehidupan Bertubi belum berganti Sesaki pikir Jejali jiwa belum juga beranjak pergi Seakan tanpa jawaban Seakan tiada tempat bertanya diri Bagai luka menganga pilu Semakin hari semakin perih Bagai sang buta Meraba tanpa arah Sunyi datang menggali lubang Lubang penampung air mata Kadang perih menahan agar tak tertitik Kadang meluap tak lagi jernih Sempit ... Sungguh sempit Di tengah sunyi malam Teringat padaMU Tuhan Mencoba menyebutmu Ketika kaku baluti lidahku Hampir tak lagi mampu Kecuali hatiku Tuhan... Apa mesti ini jalanku Dan kurasa seakan tak mampu TanpaMU Aku hilang arah TanpaMU Tuhan ... Rangkul aku Peluk aku Dengan Rahman dan RahimMU Aku tak mampu sungguh Aku aku salah dan dosaku Tapi aku yakin Ada terang buatku Karena Engkau Maha Pengasih Engkaupun Maha Penyayang